Senin, 24 Agustus 2009

KONTRA ISOLASI

Oleh: Pdt.Gunawan Panjaitan.STh.MSi

Mazmur 133:1-3

Kebersamaan dan menjadi bagian dari orang lain adalah adalah hakekat kekristenan. Hidup yang terisolasi, tertutup dan mengarah pada diri sendiri bukanlah sifat kekristenan. Kristen kontra isolasi. Ketika kita memuji dan memuliakan Tuan dalam ibadah, kita tidak bernyanyi sendiri, tidak bernyanyi keras sendiri tetapi kita bersama sehingga kebersamaan itu membuat kita bersukacita. Maz 133 adalah nyanyian ziarah. Ketika sang peziarah Yahudi menuju ke Yerusalem , mereka tidak bernyanyi sendiri atau melakukan perjalanan sendiri. Mereka datang ke perayaan dan beribadah secara bersama-sama. Mereka datang dari berbagai jalan-jalan kehidupan, daerah dan suku. Tidak peduli seberapa keras kondisi jalan ziarah yang dilalui. Kebersamaan dalam nyanyia “barukh habba mi bet adonai “ (diberkatilah yang datang kerumah Tuhan) menjadikan perjalanan menyenangkan. Mereka berjalan serasa didampingi orang yang sangat dicintai, ada perasaan bahagia. Melihat kondisi itulah pemazmur mengatakan: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (ay 1).


Kita juga peziarah kehidupan yang melakukan perjalanan hidup dengan tujuan rumah Bapa. Adalah kebedohon apabila dalam perjalanan itu kita mengisolasi diri kita. Kita bagian dari masyarakat sekitar kita, bagian anggota jemaat bahkan bagian dunia yang universal. Kita tidak boleh enggan untuk bergabung dengan orang-orang yang mempunyai perbedaan dengan diri kita. Dasar dari tindakan kita adalah Kristus yang telah memberikan identitas kepada kita. Kekristenan adalah untuk semua orang bagi mereka dalam posisi terhormat maupun rakyat bersahaja. Ketika Yesus berjalan bersama dengan murid-murid, mereka membangun kelompok. Mereka berkumpul untu tujuan membangun kepentingan orang lain.

Persekutuan yang indah digambarkan seperti minyak dan embun. Minyak itu menghasilkan aroma harum dan ketertarikan. Paulus mengatakan “ Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” (2 Kort 2:14). Orang Kristen adalah parfum manis di tengah dunia yang busuk. Embun lambang kesuburan dan kesegaran, sangat dinantikan kehadirannya di Israel yang gersang. Kita semua membutuhkan embun persaudaraan untuk pertumbuhan bersama. Amin

MENJAGA PERSAHABATAN

oleh: Pdt.Gunawan Panjaitan.MSi

Pengkhotbah 4:9-12

1.Memiliki sahabat sejati adalah memiliki hal yang paling berharga, karena bersama sahabat kita bisa menjadi diri sendiri. Ada yang mengatakan memiliki sahabat sama itu seperti memberikan kado untuk diri sendiri. Sahabat mampu membuat kita bahagia dan memberi motivasi hidup. Persahabatan yang sudah ada sangat berharga oleh karena itu perlu dijaga dan dipelihara. Dalam persahabatan terkadang muncul perbedaan pendapat, selisih paham atau masalah yang menguji persahabatan kita. Misalnya persahabatan kita di remaja HKBP Manyar akan diuji, apakah akan berakhir seiring dengan sebahagian dari kita akan ada yang naik sidi. Pada hakekatnya kita tidak mau persahabatan kita ini cepat berlalu. Persamalahan kita adalah bagaimana kita memelihara agar selalu timbul ikatan persahabatan sehingga awet? Firman Tuhan dalam Alkitab bersedia membicarakan “persahabatan”, jadi Alkitab tidak hanya bicara surga dan neraka. Firman Tuhan mengajari kita cara memelihara persahabatan dan mempertahankannya.



2.Dalam Firman Tuhan yang kita baca kita menemukan prinsip-prinsip dasar untuk memelihara persahabatan.

2.1. Help your friends success in life.

Memelihara persahabatan membutuhkan pengorbanan, apakah kita siap untuk itu? Terkadang kita egois dan ingin mencapai kesuksesan pribadi kita sendiri. Firman Tuhan mengatakan “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka”. Kita harus mendatangkan kebaikan untuk sahabat kita, karena itu kita harus menanyakan pada diri sendiri apa kita memiliki manfaat bagi sahabat-sahabat kita? Beberapa usulan saya yang bisa kita kerjakan buat kesuksesan sahabat kita:

a. Pray for their success
Bila kita berdoa kepada Allah supaya memberkati kita, hal itu sangat alami dan wajar tetapi kita perlu belajar mendoakan sahabat kita. Kita memintakan kepada Tuhan supaya memberikan kesuksesan kepada teman-teman kita. Kita perlu belajar untuk ini.
b. Encourage them.
Memberi dukungan satu sama lain akan mempererat tali persahabatan. Berani memberi dukungan dan berani memuji, menunjukkan bahwa kamu tidak iri dengan yg sahabat punyai atau raih. Kamulah yang seharusnya pertama kali mengucapin selamat jika sahabatmu mendapatkan prestasi. Sebaliknya jauhkan rasa iri mau memojokkan dia ketika ada kelemahannya.

c. Praise him
Tidak ada kepribadian yang sempurna karena itu jangan menunggu sahabat kita menghasilkan ”medali emas, rangking satu” baru kita memji mereka. Pujian yang tulus akan mendorong sahabat kita untuk berbuat yang terbaik lagi.

2.2 Pick Your Friends up when they fall

Damam Pengkhotbah 4:10 dikatakan ”Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”. Sahabat kita adalah seperti diri kita, mereka membutuhkan bantuan bila mereka jatuh. Dalam Amsal 17:17 dikatakan ”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”. Sahabat yag baik bukan hanya teman dalam senang tetapi terutama pada masa sulit. Seandainya sahabatnu lagi mengalami ”bad day”, mungkin dia ditinggalkan pacarnya, ulangannya jeblok atau abis dimarahin orang tua. Yang bisa membuatnya tersenyum hanyalah kamu. Mari kita menolong dia karena itu sama seperti menolong diri sendiri.

2.3 Be warm to your friends in the cold in the time of life.
Dalam Ayat 11 dikatakan ”Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?” Kita menjadi kehangatan bagi sahabat-sahabat yang mengalami ”kedinginan” hidup seperti patah hati, masalah dengan orang tua, masalah kesehatan, dan masalah macam-macam. Sebagai sahabat kita bisa membantu mereka dengan semampu kita. Kita buat mereka senyum dan selalu bersikap tulus dan jujur. Tidak ada kata terpaksa dalam melakukan sesuatu bagi sahabat.

2.4. Stand up for your friends.

Dalam Ayat 12 dikatakan ” Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Persahabatan yang nyata ada dalam apa kita lakukan tetapi apa yang kita perbuat. Apa yang perlu kita lakukan ketika sahabat kita menghadai ancaman? Sahabat membutuhkan kita untuk mempertahankan dirinya. Bertiga lebih kuat dari berdua dalam mepertahankan diri. Untuk ini perlu comitmen seperti Yonatan dan Daud yang megatakan ”"Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya”. (1 Sam 20:42)

Kita juga harus berani menanggung resiko sebab bisa saja musuh sahabat kita mejadi musuh kita sebab seorang sahabat yang sejati bersedia mengorbankan dirinya buat sahabatnya. Kemudian kepada sahabat, jangan menunggu dia untuk meminta bantuan kepada dia, tetapi kitalah yang mengambil inisiatif. Inilah yang diperbuat Allah ketika membuat kita menjadi orang yang diselamatkan. Yesus menjadi sahabat sejati kita seperti yang Dia katakan ” tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh 15:15).

3.Penutup

Persahabatan tidak terpisahkan oleh jarak dan waktu. Meski tak bisa selalu sering bertemu, tanyakan kabar masing-masing melalui telepon, SMS atau email. Kita di Remaja HKBP harus memelihara persahabatan itu. Jangan tinggalkan persekutuan remaja kita ini. Amin



Rabu, 12 Agustus 2009

MERDEKA!

oleh: Pdt.G.Panjaitan.STh,MSi

Keluaran 13:11-16

1.Kemerdekaan adalah pemberian Tuhan kepada umat manusia. Allah menciptakan manusia seturut dengan gambar dan rupa Allah dalam kebebasan atau kemerdekaan. Ketika bangsa Israel dijajah oleh bangsa-bangsa lain, mereka berteriak meminta kebebasan atau kemerdekaan pada Allah. Peristiwa pembebasan dan kemerdekaan ini menjadi bagian dari pengakuan iman dan harus diwariskan kepada anak cucu mereka. Dalam firman Tuhan hari ini kita diingatkan bagaimana kita merespon kemerdekaan itu.

2. Israel mengembangkan cara untuk menanamkan iman pada Allah yang memerdekakan. Tujuannya adalah agar kemerdekaan yang mereka miliki itu diwujudnytakan dalam kasih kepada Allah dan sesama manusia. Beberapa hal yang dilakukan untuk memaknai kemerdekaan :



a.Mempersembahkan kepad Tuhan yang terdahulu.

Allah mengatakakan “haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan”, sebagai jawaban atas kemerdekaan. Kemerdekaan atau kebebasan mendorong kita mengorbankan atau mempersembahkan apa yang terbaik kita miliki. Kemerdekaan bukan untuk melayani diri sendiri tetapi ambil bagian dalam kebersamaan dan kesejahteraan Manusia. Contoh sudah diperbuat Allah yaitu membersembahkan Anaknya yesus Kristus demi kemerdekaan manusia dari belenggu dosa.

b.Membuat tanda kemerdekaan

Kemerdekaan adalah anugerah yang kita terima dari Tuhan. Merayakan kemerdekaan adalah merayakan tindakan Tuhan dalam sejarah. Kita perlu membuat tanda merdeka sebagai tanda kehadiran Tuhan. Firman Tuhan mengatakan “Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir." Bendera, bambu runcing, senjata, meriam dll adalah symbol perjuangan namun lebih dalam hikmat dan pengertian para pejuang bangsa adalah symbol kehadiran Tuhan.

3.Indonesia pada esok hari, 17 Agustus 2009 merayakan hari kemerdekaan ke 64 Tahun. Kita harapkan ke depan dan doakan supaya Indonesia jaya, nusantara sejahtera dan ibu pertiwi adil dan damai. Hari bersejarah ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merayakan perbuatan Tuhan yang memerdekakan kita dari belenggu dosa dan belenggu kekuatan jahat. Mari kita hadirkan keadilan, kebenaran dan cinta kasih sebagai wujud kemerdekaan. Firman Tuhan melalui Paulus menasehatkan: Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih (Gal 5:13), Amin.

SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA

oleh: Pdt.G.Panjaitan.STh.MSi

Kisah 18:1-5
1.Secara natural manusia adalah mahluk bekerja untuk mempertahankan kehidupannya. Pemahaman natural ini berkembang terus. Manusia bekerja berkontemplasi yakni mencari makna dan tujuan yang lebih utama dari pekerjaan itu. Kontemplasi paling utama adalah bahwa pekerjaan sebagai ibadah. Dalam pekerjaan terbagun harmoni dengan Tuhan dan sesama manusia. Pencapaian harmoni seperti ini mungkin sulit karena dunia kerja cenderung mengutakaman nilai-nilai pencapaian materi.

2.Selain sebagai Rasul Yesus Kristus, Paulus adalah adalah seorang pekerja “tukang kemah” (tentmakers). Pekerjaan ini dia tekuni dan tujuannya adalah untuk mendapatkan uang dari pekerjaannya itu. Biaya yang dibutuhkan Paulus untuk pekabaran injil sebahagian dia peroleh dari hasil menjual tenda. Ketika melanjutkan pelayanan ke kota Korintus, Paulus membutuhkan uang. Dia menemui teman seprofesi sebagai tukang kemah yaitu pasutri Akwila dan Priskila. Kemudian mereka bekerjasama memproduksi tenda. Paulus di tempat kerja ini membangun suasana lebih berarti. Paulus melakukan berbagai hal:



a.Paulus membangun spiritualitas bersama di tempat kerja
Paulus mendoakan teman seiman dan sekerja Akwila dan Priskwila. Paulus menghormati dan menghargai mereka sebagai teman seiman dan satu profesi di tempat kerjanya. Teman sekerja itu dipahami sebagai jalan Tuhan untuk menolong dirinya dalam pelayanan pekabaran Injil. Dalam perjalanan selanjutnya, pasutri Akwila dan Priskwila ini mempertaruhkan nyawa demi Paulus (Rom 16:3-4). Kita harus membangun hubungan baik dengan setiap pribadi ditempat kerja kita, baik dengan yang tidak seiman maupun kepada petugas bersih-bersi sekalipun, karena dengan demikian kita memuliakan Tuhan dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.
b.Paulus menyediakan waktu untuk beribadah
Paulus memaknai pekerjaan sebagai tukang tenda dalam rangka pemberitaan Injil. Dia pernah megatakan “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis 20:24). Bagi dia bekerja membuat tenda adalah dalam rangka mencapai garis akhir pelayanan. Membuat tenda dan memberitakan injil keduanya diberi waktu :”Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat”. Pekerjaan dan ibadahnya tidak saling menghalangi. Jangan sungkan menampakkan spiritualitas kita ditempat kerja Karen pekerjaan itu adalah ibadah kita.
3.Makna dan tujuan dalam bekerja bukan hanya mencari uang. Bekerja adalah hasil iman, roh dan jiwa. Dalam pekerjaan kita memiliki makna kehidupan. Dengan pekerjaan kita ingin menyumbang untuk gereja dan juga ingin merasakan hal yang baik mengenai apa yang kita lakukan. Kita perlu membangun keterkaitan kerja dengan sesama. Dilingkungan kerja kita dapat mengatasi kesepian, kekecewaan dan luka-luka perasaan akibat sulitnya kehidupan di dunia ini. Tuhan ada di sana. Amin

UANG SANGAT PENTING

Oleh: Pdt.G.Panjaitan,STh,MSi

Pengkhotbah 5: 9-11

1.Uang sangat penting. Kita tidak dapat menyangkal bahwa uang adalah sebuah kebutuhan dalam kehidupan. Kita perlu uang untuk membeli makanan, biaya pendidikan, perongkosan, membayar tagihan listrik, pdam, telephone dll. Bahkan untuk memberikan persembahan dan ucapan syukur kita butuh uang. Dalam keadaan ekonomi semakin sulit dengan harga-harga merangkak naik akan semakin terasa posisi uang yang sangat penting. Namun demikian kita semua menyankal bahwa kita hidup hanya demi uang. Kita perlu membangun pemahaman kita tentang uang dan harta dalam rangka pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita.

2.Hidup manusia adalah yang paling utama. Tuhan Yesus mengatakan “Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?’ (Mat 6:25). Dalam perfektif sedemikian kita membangun pemahaman tenang uang atau harta:



a.Uang merupakan anugerah dari Tuhan.
Uang adalah karunia dari Allah. Bila kita diberi uang respons kita adalah mengucapkan syukur dan terimakasih, walaupun ada yang pingsan karena tidak meyangka diberi uang yang banyak. Saya percaya bahwa kita semua setuju dengan ini. Namun demikian kita mempunyai kecenderungan yaitu lama-kelamaan melupakan yang meberikan uang itu. Bisa saja kita melupakan Tuhan atau orang yang menolong kita. Bila uang adalah pemberian Tuhan maka kita hendaknya memakai uang itu juga untuk mengucapkan terimakasih. Uang adalah sarana yang dipakai Tuhan memelihara hidup kita. Sikap inilah yang dapat memberikan kita kepuasan ketika memiliki uang. Uang yang hanya melayani diri sendiri tidak pernah memuaskan kita.

b.Uang harus dinikmati

Pengkhotbah mengatakan “Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?” Harta dan uang itu adalah untuk kenikmata hidup. Allah memberikan harta supaya manusia menikmati kehidupannya di dunia ini. Harta dan uang dapat dipakai untuk membuat kualitas hidup lebih baik dan bermakna bagi orang lain.

c.Uang dihasilkan dengan cara yang benar
Uang yang dihasilkan dengan usaha kerja keras dan perjuangan adalah kekayaan yag diinginkan Tuhan. Tuhan menjanjikan kekayaan kepada orang yang takut akan Tuhan “ Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN ……Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. (bd Maz 112:1,3). Tetapi, Allah tidak menyukai orang yang mengngumpulkan harta dengan kejahatan. Harat hasil kejahatan tidak akan memberikan ketengan hidup.

3.Uang sangat penting tetapi tidaklah kekal, akan berlalu. Uang bukanlah segalagalanya tetapi segalagalanya susah kita peroleh tanpa uan. Yesus pernah berkata “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." (Mat 16:9). Amin