Kamis, 17 Juni 2010

DOA PENUH MAKNA


Pdt.G.Panjaitan.STh.MSi

Bilangan 14:11-20

Berdoa adalah salah satu jalan yang kita pakai untuk membangun komunikasi dengan Tuhan. Banyak makna yang terkandung dalam doa. Pemakaian kata “berdoa” dapat bermakna ““Memanggil seseorang datang mendekat”. Ini biasanya dilakukan dalam hubungan suami –istri, sehingga orang yang berdoa itu hendaknya memiliki keintiman dengan Tuhan. Berdoa juga bermakna ”memberikan saran atau usul” . Ini biasanya dilakukan dalam hubungan sahabat yang dekat. Apabila kita berdoa, kita sedang memberikan saran atau usul kepada Tuhan tetapi Tuhan juga menentukan menerima usul seseorang yang dikasihiNya atau tidak. Ketika Allah ingin memusnahkan Sodom dan Gomora, maka Abraham datang kepada Tuhan dengan suatu usul ( Kejadian 18: 16- 33).

Doa juga bermakna ”mengajukan permohonan”. Suatu kali raja Hizkia sedang sakit, dan hampir mati. Kemudian Tuhan mengutus nabi Yesaya, dan berfirman kepadanya: “Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." Lalu Hizkia menangis dan berdoa kepada Tuhan (Yesaya 38: 1- 8). Hal yang sama dilakukan Musa, seperti dalam teks minggu ini. Ketika Tuhan bermaksud untuk memukul dan meleyapkan bangsa Israel ( Im 14:14) Musa mengajukan permohonan dengan alasan-alasan. Kita berdoa berarti kita mengajukan permoonan dan kita mempunyai cukup alasan untuk disampaikan kepadaNya.

Doa juga bermakna i “memeriksa”, jadi, berdoa adalah memeriksa diri kita di hadapan Tuhan. Ketika Daud telah jatuh dalam dosa perzinahan dan pembunuhan yang direncanakan, maka Daud membuka hatinya dihadapan Tuhan. Ia menerima teguran nabi Natan dan akhirnya Daud mengaku dosa dihadapan Tuhan. Daud bersedia menerima teguran dan sekaligus memeriksa dirinya ( Mazmur 51). Doa juga bermakna i “memberitahukan apa yang ada didalam hati”. Jadi, berdoa adalah memberitahukan apa yang ada didalam hati kita kepada Tuhan. Kadadang susah dengan kata-kata yang jelas namun Paulus juga mengatakan “sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapka” (Rom 8:26) Amin.

PENYATAAN CINTA YANG DALAM

Pdt.G.Panjaitan.STh.MSi

Markus 14:3-9

1. Kadang kita akan heran melihat para kolektor barang-barang antik, mau membeli sangat mahal sepeda butut buatan tahun 1934 seharga 11 juta rupiah, atau seoran pencita lukisan membeli sebuah lukisan dengan ukuran 40 cmX60 cm dengan harga 25 juta. Buat orang yang tidak sama seleranya kadang kita anggap tindakan mereka “waste” (pemborosan). “Seandainya uang mereka itu disumbankan ke panti asuhan akan lebih bermanfaat”, bisa saja demikian pemikiran sebahagian orang menanggapinya. Perasaan sangat cinta memang bisa saja diungkapkan seseorang seperti berlebihan bagi orang yang tidak merasakannya. Agaknya orang disekitar Yesus menilai seperti itu tindakan seorang perempuan yang mencurahkan suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni kepada Yesus.


2. Tindakan itu dianggap berlebihan karena minyak itu sangat mahal, 300 dinar sama dengan upah seorang pekerja satu tahun waktu itu. Orang yang memarahi perempuan itu adalah orang yang tidak merasakan apa yang dirasakan perempuan itu. Dalam dirinya ada rasa hormat, rasa kagum dan rasa cinta kepada yesus. Perasaan itu meluap sehingga dia tidak pernah merasa rugi mencurahkan minyak yang mahal sekali itu buat Yesus. Hidup kita bisa saja kehilangan debaran, getaran cinta kasih. Cinta kepada Tuhan itu seperti tidak ada lagi debarannya. Bila kita beribadah kita hanya merasakan hal yang biasa saja.
3. Yesus menyatakan pembelaan terhadap tindakan Perempuan itu. Bagi Yesus perempuan itu tidaklah bertindak boros. Dia harus diberi kebebasan mengutarakan cinta kasihnya kepada Tuhan. Yesus mengatakan “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya”. Kita harus mempunyai nyali untuk menyatakan nyanyian kita, menunjukkan partisipasi kita untuk kemuliaan Tuhan walalupun ada tanggapan yang berebeda atas tugas pelayanan kita itu.Amen

MASA DEPAN PUNUH SUKACITA

Pdt.G.Panjaitan.STh.,MSi

Yesya 54:11-17

1. Sukacita adalah sutu kondisi atau keadaan yang membuktikan kehadiran kerajaan Allah (bnd. Rom 14:17). Allah selalu mengusahakan sukacita ditengah-tengah orang percaya dan didunia ini sehingga Dia selalu menyatakan penolakan terhadap segala tindakan manusia yang mendatangkan penderitaan. Allah menyatakan permusuhan terhadap kamum penindas, pemerkosa, penganiaya dan pelaku pembunuhan. Sebaliknya Allah, menyuarakan supaya manusia menghadirkan kedamaian, keadilan dan sukacita. Allah melalui hambanya Yesaya memberitakan pemulihan kembali kehidupan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah. Yesaya mengalamatkan berita sukacita kepada Bangsa Israel yang terbuang, ditindasi , dan tanpa harapan di Babel. Ia membrotakan bahwa Allah akan segera bertindak untuk mendatangkan sukacita di tengah bangsa Israel.


2. Allah akan melakukan berbagai tindakan untuk memulihkan kembali keadaan bangsa Israel. Tindakan itu adalah bukti kasih setia Tuhan kepada umat pilihannya.

a. Membangun kembali landasan kehidupan
Allah akan merubah situasi bangsa Israel dengan membangun kembali dasar kehidupan yang penuh sukacita. Allah mengatakan “Aku akan meletakkan alasmu dari batu hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam”. Ungkapan ini meggambarkan keperdulian Allah terhadap nilai-nilai kehidupan sebuah kota. Allah ingin membangun kehidupan yang harmonis dengan beralaskan firmannya. Keluarga akan penuh suka cita bila Firman menjadi landasan berpikir dan bertindak.
b. Menegakkan kebenaran
Allah membangun kesejahteraan manusia dimulai dengan adanya hubungan baik denganNya. Tuhan berfirman “Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN” bermakna bahwa hubungan baik itu harus dibangun melalui pengajaran kepada manusia. Tuhan ingin kita mempelajari hukum-hukumnya dan jalan-jalaNya. Suka cita kita dibangaun diatas kebenaran yaitu bertindak dan berpikir yang benar.

c. Menghadirkan keamanan
Sukacita sangat memerlukan keamanan namun demikian tidak dapat di sangkal hidup kita tidak lepas dari berbagai ancaman. Allah berkuasa atas segala sesuatu sehingga pelaku kejahatan juga tunduk padaNya, Tuhan berfirman: “....siapa pun yang menyerbu engkau, ia akan rebah melawan engkau... Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.” Amin .

PENOLONG YANG TEPAT

Pdt.G.Panjaitan.STh.,MSi

Yohanes 2: 1-10

1. Kehabisan anggur dalam pesta perkawinan Yahudi sama artinya itu dengan kehabisan “suka cita”. Hal itu akan mempermalukan keluarga besar dan kedua mempelai yang berbahagia. Tentu peristiwa ini akan menjadi bahan gunjingan dan meninggalkan kenangan yang susah dilupakan. Kejadian yang menegangkan ini dilaporkan Maria kepada Yesus. Dia mengakatakan “Mereka kehabisan anggur”. Maria memberitahu keadaan yang tegang pada: mereka akan malu, mereka akan kehilangan suka cita, mereka bisa terhina. Pesta ini disinyalir dilaksankan orang sedehana karena status sosial yang diundang adalah keluarga sederhana seperti maria istri Yusuf tukang kayu. Apabila mereka kehilangan harga diri karena kehabisan anggur mereka akan menyesali hidup yang mereka miliki. Kita juga tidak mau mengalami hal seperti itu.


2. Dalam masalah hidup yang penuh tekanan kita butuh teman yang dapat memberikan pertolongan dan jalan keluar. Maria mengambil peranan sebagai perantara. Pada ayat ke 4 di sana ditunjukkan bahwa Yesus berkata kepada Maria "Mau apakah engkau daripada-Ku, ibu? saat-Ku belum tiba" menurut Alkitab terjemahan lama bukan kata "ibu" yang dipakai melainkan "perempuan" dalam hal ini ibu manakah yang tidak sakit hati jika anaknya menyatakan hal yang tidak sopan seperti itu ? tetapi dalam hal ini Maria menunjukkan bahwa ia memang benar-benar taat, rendah hati, dll. Bayangkan jika Maria "ngambek" maka tidak akan ada mukjijat karena pada saat itu permintaan Yesus itu cukup "aneh" bayangkan jika Yesus menyuruh mengisi penuh-penuh 6 tempayan untuk pembasuhan kaki kemudian Yesus menyuruh untuk dibawa ke pemimpin pesta. (lihatlah pada ayat 6,7,8) bayangkan jika Maria tidak titip pesan "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu"(ayat 5) maka kemuliaan Tuhan tidak akan dapat dinyatakan kepada murid-murid-Nya (bacalah Ayat 11).

3. Yesus melakukan transformasi, Dia merubah keadaan dan kehidupan. Dia tidak hanya merobah air menjadi anggur tetapi merubah aib menjadi suka cita, merubah kekurangan menjadi kelimpahan. Yesus merobah penyucian jasmani menjadi penyucian Rohani. Yesus adalah pertolongan tepat dalam keadaan apapun. Amin

PENOLONG YANG TEPAT

Pdt.G.Panjaitan.STh.,MSi

Yohanes 2: 1-10

1. Kehabisan anggur dalam pesta perkawinan Yahudi sama artinya itu dengan kehabisan “suka cita”. Hal itu akan mempermalukan keluarga besar dan kedua mempelai yang berbahagia. Tentu peristiwa ini akan menjadi bahan gunjingan dan meninggalkan kenangan yang susah dilupakan. Kejadian yang menegangkan ini dilaporkan Maria kepada Yesus. Dia mengakatakan “Mereka kehabisan anggur”. Maria memberitahu keadaan yang tegang pada: mereka akan malu, mereka akan kehilangan suka cita, mereka bisa terhina. Pesta ini disinyalir dilaksankan orang sedehana karena status sosial yang diundang adalah keluarga sederhana seperti maria istri Yusuf tukang kayu. Apabila mereka kehilangan harga diri karena kehabisan anggur mereka akan menyesali hidup yang mereka miliki. Kita juga tidak mau mengalami hal seperti itu.


2. Dalam masalah hidup yang penuh tekanan kita butuh teman yang dapat memberikan pertolongan dan jalan keluar. Maria mengambil peranan sebagai perantara. Pada ayat ke 4 di sana ditunjukkan bahwa Yesus berkata kepada Maria "Mau apakah engkau daripada-Ku, ibu? saat-Ku belum tiba" menurut Alkitab terjemahan lama bukan kata "ibu" yang dipakai melainkan "perempuan" dalam hal ini ibu manakah yang tidak sakit hati jika anaknya menyatakan hal yang tidak sopan seperti itu ? tetapi dalam hal ini Maria menunjukkan bahwa ia memang benar-benar taat, rendah hati, dll. Bayangkan jika Maria "ngambek" maka tidak akan ada mukjijat karena pada saat itu permintaan Yesus itu cukup "aneh" bayangkan jika Yesus menyuruh mengisi penuh-penuh 6 tempayan untuk pembasuhan kaki kemudian Yesus menyuruh untuk dibawa ke pemimpin pesta. (lihatlah pada ayat 6,7,8) bayangkan jika Maria tidak titip pesan "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu"(ayat 5) maka kemuliaan Tuhan tidak akan dapat dinyatakan kepada murid-murid-Nya (bacalah Ayat 11).

3. Yesus melakukan transformasi, Dia merubah keadaan dan kehidupan. Dia tidak hanya merobah air menjadi anggur tetapi merubah aib menjadi suka cita, merubah kekurangan menjadi kelimpahan. Yesus merobah penyucian jasmani menjadi penyucian Rohani. Yesus adalah pertolongan tepat dalam keadaan apapun. Amin

RUMAH BERSAMA

Pdt.G.Panjaitan.STh.,MSi

Kisah 15:6-18

1. Gereja adalah rumah bersama orang percaya. Setiap kita mempunyai tempat dan posisi karena kita adalah anggota tubuh Kristus. Sebagai rumah bersama gereja hendaknya nyaman bagi siapapun dari semua latar belakang sosial. Pusat perhatian di rumah bersama itu adalah Kristus, kehendakNyalah yang kita dengarkan, dan firmanNyalah yang menjadi acuan bagi semuanya. Itulah kondisi idealnya. Namun sejarah gereja mencatat bahwa gereja dapat terjebak seperti rumah sekelompok orang dan yang minoritas dianggap sebagai tambahan atau penumpang sehingga muncul pengkotak-kotakan jemaat.
2. Jemaat mula-mula menghadapi kenyataan adanya pengkotak-kotakan di gereja. Kelompok Kristen Yahudi merasa merekalah yang menjadi angota jemaat super dan yang bukan Yahudi adalah kelompok yang hanya menerima apa yang dikatakan kelompok super. Sebahagian Yahudi mengatakan: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” (Kis 15:1). Akibatnya muncullah perdebatan. Rupanya Gereja sudah menjadi tempat berdebat sejak awal, jemaat mempermasalahkan hal-hal yang substansial tentang kehidupan yang sesungguhnya. Permasalahan waktu itu bagaimana membangun gereja menjadi rumah bersama.


3. Para Rasul mengajarkan dasar-dasar iman untuk membangun gereja sebagai rumah bersama:
a. Allah bersifat universal
Allah tidak bertindak eksklusif, dia tidak hanya memberikan RohNya hanya kepada kelompok Yahudi tetapi : “ Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka..” Siapapun kita, apapun keberadaan kita Allah mau memberikan kita Roh Kudus.
b. Kita semua diselamatkan oleh kasih karuia Allah.
Di Gereja perbuatan baik bukanlah jalan keselamatan. Keselamatan kita adalah anugerah dari Tuhan Yesus Kristus: “bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." Tidak perlu ada yang disombongkan dalam rumah bersama kita.
c. Rumah bersama itu adalah milik Tuhan yang walalupun itu dibagun atas bantuan dan perbuatan tangan manusia. Allah berfirman “Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, ... supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa”.
Dalam rumah bersama akan hadir sukacita semua sebab Allah hadir bersamasama mereka. Jubilate- Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi. Amin

KETIKA ALLAH MEMANGGIL

Pdt.G.Panjaitan.STh., MSi
Keluaran 4:10-17
1. Banyak kesaksian yang dapat diceritakan tetang pengalaman menjadi pelayan, misalnya menjadi pendeta, sintua, anggota paduan suara, pengurus kategorial dll. Agaknya kebanyakan dari kita sama seperti Musa yaitu tidak langsung menyatakan kesiapan untuk ikut ambil bagian menjadi pelayan. Ketika kita mengajak seseorang menjadi sintua, jarang kita temui sambutan dari dengan mengatakan : “Kalian memang sudah dituntun Roh Kudus ke rumah ini, sebab sayalah yang paling cocok menjadi Penatua dari sektor ini”. Biasanya jawaban yang kita dapatkan adalah : Saya tidak mampu, saya pikir-pikir dulu, atau diam saja. Alasan penolakan sekitar masalah waktu, masalah kemampuan seperti alasan Musa atau masalah keluarga. Kita juga mengkhawatirkan penolakan orang terhadap diri kita.
2. Perasan takut dan kuatir ini diatasi dengan penerimaan kuasa Tuhan. Tuhan memberikan kepada Musa tongkat yang dapat dia pakai untuk melakukan tanda muzizat. Tujuan Allah adalah untuk membuktikan bahwa kuasa otoritas Allah ada bersama dengan Musa. Kemudian, Allah mengajari Musa untuk membentuk berupa tim kerja. Tuhan memberitaukan bahwa banyak orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk membantu dia. Ada Harun seorang yang dapat menjadi juru bicara atau public relation. Ada orang-orang yang dapat memberikan keahlian masing-masing.


3. Gereja mensyukuri perjalanan 30 tahun bersama Paduan Suara Kantate Domini HKBP Manyar. Banyak anggota ketika diajak ikut bergabung awalnya seperti Musa yang muda, mengatakan: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bernyanyi, tidak tau not, tida ada waktu…"dll. Sekarang kita telah merasakan betapa pentingnya paduan suara Kantate Domini, sebab bukan hanya suara yang dipadu di sana. Tetapi hati, perasaan, panggilan juga ikut terpadu. Perjalanan 30 tahun adalah bukti penyertaan Tuhan dan kesaksian tentang pelayanan. Hari ini kembali Tuhan mengingatkan: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan”. Teruslah berpadu dalam Paduan Suara kantate domini dan marilah kita bergabung memuji Tuhan di Paduan Suara ini. Selamat Ulang Tahun ke 30 Paduan Suara Kantate Domini HKBP Manyar. Amin.

PERCAYA DAN BERIBADAH

Pdt.G.Panjaitan.STh.MSi

Kejadian 22: 9-14

1. Beribadah adalah salah satu bukti seseorang percaya pada Tuhan. Dalam ibadah kita berkupul, bernyanyi, mengaku dosa, berdoa, mendengar khotbah, memberi persembahan dan menerima berkat. Kita mengarahkan pikiran, hati dan perasaan dalam ibadah itu kepada pusat ibadah iaitu Allah sendiri. Inilah makna Votum dalam ibadah bahwa hanya Nama Allah yang menjadi pusat perhatian, pusat pujian dan pusat pemberitaan. Setiap orang yang beribadah hendaknya membelakangkan penonjolan diri dan usaha mencari perhatian dalam ibadah. Sekarang ini ibadah kadang kita jalani seperti sebuah rutinitas saja. Kadang kita tidak memetik makna lagi. Acap kita mendengar keluhan jemaat setelah mengikuti ibadah berkata “saya tidak mendapat apa-apa”. Kita memang tertegun dan berpikir: masak duduk dalam bait Allah satu setengah jam tidak dapat apa-pa? “ Tetapi itulah sebuah realitas akan adanya kedangkalan beribadah.


2. Abraham adalah contoh bagi kita untuk melakukan ibadah yang benar. Dia menunjukkan ketaatan total. Perbuatan-perbuatan yang dia tunjukkan menjadi teladan bagi kita sebagai orang yang menyembah Allah.
a. Orang yang menyembah Allah bersedia membayar dengan mahal
Isak adalah harta yang sangat mahal bagi Abraham. Walaupun dia sangat kaya raya tetapi harta benda tidak dapat menggantikan posisi Isak sebagai anak yang akan mewarisi semuanya. Ketika Allah meminta Isak untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran, Abraham tida menolak. Sebagai orang yang menyembah Allah dia rela memberikan yang termahal apabila Tuhan menginginkannya. Orang percaya hendaknya bersedia membayar dengan mahal sebagai bentuk kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan. Kita dalam beribadah meluangkan kehidupan kita demi kemuliaan Tuhan.
b. Allah Menyediakan
Allah bukanlah Tuhan yang sadis yang menginginkan manusia sebagai persembahan bakaran. Allah bukanlah Allah yang membuat kita kecewa kehilangan harapan dalam hidup ini. Tuhan tau betul bahwa Isak penting bagi Abraham oleh karena itu Allah sendiri yang menyediakan korban bakaran bagi dirinya. Luarbiasa sekali, ketaatan total kepada Tuhan ternyata tidak akan pernanh membuat kita rugi, kehilangan yang terbaik, kecewa dll. Allah menyediakan baginya apa yang pantas kita pesembahkan.
3. Kesetiaan, hubungan baik dengan Tuhan akan memberikan kita makna ketika kita beribadah. Kita beribadah untuk bertemu dengan wajah Tuhan walaupun realitas yang kita dapati kita hanya bertemu dengan orang biasa yang itu-itu juga. Dalam ibadah yang kadang seperti sebuah kebiasaan, kita percaya di situ hadir Allah Jireh: Allah Menyediakan. Amin

Rabu, 16 Juni 2010

Alam MemuliakanNYa

Pdt.G.Panjaitan.STh.Msi

Imamat 25:1-7

1. Semua ciptaan yang ada di angkasa maupun di bumi mempunyai tujuan yang sama yaitu memuji dan memuliakan Tuhan. Ciptaan itu tersusun rapi dan mempunyai dependensi seperti mata rantai adalah karena ada yang mengontrol yaitu Pencipta itu sendiri. Semua ciptaan perlu dilindungi kelestariannya sebagai bentuk penghormatan dan memuliakan Tuhan. Semua ciptaan Tuhan itu digambarkan pemazmur berkata-kata tentang kemuliaan Tuan. Pemazmur menuliskan “Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,” (Maz 19:4-5). Lingkungan hidup atau alam semesta adalah penyataan eksistensi Allah secara universal.

2. Tanah adalah salah satu unsur lingkungan hidup. Tanah dimaknai dalam rangka paggilan Israel sebagai bangsa pilihan Allah. Tuhan memberikan aturan khusus tentang tanah sebagai bentuk keperdulian Allah terhadap kelestarian lingkungan. Tanah yang dikelola oleh manusia untuk kebutuhan hidupnya harus diberi waktu perhentian (sabat) tahun ketujuh. Perhentian itu berarti tidak dikelola, dibiarkan begitu saja dan segala buah, hasil yang ada di sana menjadi milik orang lain dan mahluk yang ada di ladang. Tanah juga tidak dimiliki oleh suku Lewi (Yos 13.33) oleh karena itu Allah memerintahkan suku-suku lain untuk memberikan persembahan “persepuluhan” bagi mereka yang tak punya tanah dan nafkah (Bil 18.20-32; Ul 14.27-29). Tanah adalah pemberian Allah dan milik Allah sebagai bukti perjanjian Allah dengan umatNya (Im 25.23-25) oleh karena itu tanah tidak boleh diperjual belikan. Mari kita ingat Kasus Nabot yang menolak menjual tanahnya kepada Raja Ahab ( 1 Raja 21). Allah juga memerintahkan pembebasan penguasaan tanah yaitu pada Tahun Yobel (Im 25:13).

3. Masyarakat kota tidak lagi mengelola tanah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kita mendapatan rejeki dari sektor industri dan jasa namun demikian tetap terpangil untuk memelihara lingkungan hidup. Tuhan memberikan waktu sabat: waktu perhentian untuk kita sendiri sehingga memiliki waktu khusus untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan memerintahkan supaya ada sabat buat tanah. Tujuannya untuk memberikan kita peluang memperbaiki lingkungan hidup dan memperhatikan sesama manusia. Amin.

KEMULIAAN KRISTEN

MEMPERKENALKAN ALLAH

Oleh: Pdt.G.Panjaitan.STh.,MSi

Iman tidak bisa diturunkan secara biologis. Di satu pihak, orang tua yang kelihatan baik dan mengasihi Tuhan, rajin beribadah dan melayani, bukan jaminan bahwa anak-anak mereka di kemudian hari akan seperti mereka. Di lain pihak, anak-anak dalam keluarga Kristen yang kelihatan baik saat masih kecil belum tentu beriman setelah dewasa. Iman mempunyai proses pertumbuhan dan ada proses belajar ketaatan, mengasihi dan memberikan waktu mengasihi Tuhan.

Dalam kehidupan orang Israel, mewariskan iman kepercayaan kepada Yahwe adalah tanggungjawab orang tua kepada anak-anaknya. Tanggugjawab itu adalah perintah Allah langsung yang disebut dengan syema seperti terlulis dalam Ulangan 6:4-9. Syema merupakan perintah penting yang harus sungguh-sungguh diperhatikan. Kata syema berarti “mendengar dengan sungguh-sungguh dan menaatinya”. Syema ini begitu penting, sehingga mereka menuliskannya dalam potongan-potongan kecil perkamen, lalu dimasukan ke dalam kotak kulit kecil yang disebut filakteria. Filakteria ini diikatkan di lengan kanan dan dahi saat seorang pria Israel berdoa pada pagi hari dan ditempelkan di tiang pintu rumah. Pada masa Perjanjian Baru, orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat selalu memakai filakteria. Tuhan Yesus sendiri menyebut syema sebagai hukum yang terutama dan pertama dalam hukum Taurat (Markus 12:28-30; Matius 22:36-38).

Pokok pengajaran yang ditetakankan dalam syema itu adalah pengenalan akan Allah yaitu: “TUHAN itu Allah kita” (Ulangan 6:4a). Pengakuan bahwa “TUHAN itu Allah kita” menunjukkan bahwa TUHAN-lah yang kita sembah, bukan yang lain. TUHAN yang kita kenal adalah TUHAN dalam Tuhan Yesus. Dalam penerapan sehari-hari, seorang anak perlu diajar sejak kecil oleh orang tuanya bahwa Yesus adalah Tuhan/Allah kita, bukan yang lain. Oleh karena itu, hanya kepada Dia sajalah kita berbakti. Kedua diajarkan “TUHAN itu esa” (Ulangan 6:4b). Kita hanya boleh beribadah atau menyembah kepada TUHAN saja dan tidak boleh berkompromi atau tertipu untuk menyembah yang lain, selain TUHAN. Kia harus membimbing orang untuk percaya kepada Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamatnya secara pribadi (lihat 1 Timotius 2:5-6, Yohanes 1:18, 3:16, 14:6). Ketiga: “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ulangan 6:6). Kita harus menghindarkan pengajaran Allah yang kejam. Masa depan dunia ada pada anak-anak kita. Maukah kita mengambil bagian dalam membangun generasi yang mengasihi Tuhan, yang akan dipakai Tuhan pada waktu-Nya untuk membentuk zaman? Amin

Kamis, 18 Februari 2010

Hai Manusia Allah

Nats.: 1 Timoteus 6:11-16

Oleh: Pdt.Gunawan Panjaitan.STh.MSi

1.Allah yang memanggil kita menjadi umat pilihannya adalah Allah yang memberi hidup. Dialah Allah Penguasa yang satu-satunya, Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan, yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri, manusia tidak dapat melihat Dia. Dialah Allah yang nyata dalam diri Yesus Kristus. Pengenalan kita kepada Allah tidak lagi hanya karena ada unsur tremendum fascinosium. Pengenalan kita akan Allah bukan hanya karena ada ketakutan yang luar biasa atas apa yang terjadi di dunia ini atau karena ada perasaan nikmat, terkesima yang luar biasa. Allah kita itu sudah sangat dengan dengan kita, kita bersahabat dengan Dia sehingga kita dipanggil sebagai “manusia Allah” yaitu orang-orang yang sudah Tuhan kuduskan karena cinta kasih Allah itu sendiri.


2.Pengenalan terhadap Allah yang dekat telah memberikan kita status sebagai “manusia Allah”. Kita adalah manusia yang dipanggil Allah, ditugaskan Allah untuk melaksanakan kehendaknya di dunia ini. Kita adalah manusia Allah dan ini harus kita sadari banya ada yang khusus dalam diri kita diberikan Allah yaitu Roh KudusNya. Paulus mempersuasi dengan dengatakan :” Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (I Korintus 3:16). Sebagai manusia Allah, hidup kita diarahkan pada nilai-nilai yang lebih tinggi dan kekal. Kita diminta menjahui nilai-nilai rendah seperti: materialism (cinta uang), pemuasan nafsu dan hal-hal yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan (ay 9). Manusia Allah orientasi hidupnya diarahka pada: keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

3.Allah menuntut orang-orang pilihanNya (manusia Allah) terus menerus mengembangkan sikap hidup dengan nilai-nilai yang tinggi itu. Paulus menganalogikannya dengan seorang atlit yang harus terus menerus melatih diri bila ingin meraih posisi terhormat. Ia menulis “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.” Demikianlah orang pada hal-hal yang rohani. Iman itu perlu melakukan pertandingan tentu sudah terlebih dahulu megalami proses pelatihan. Pertandingan adalah menghadapi hidup yang kadang ada kontrofersi, konflik, penolakan dan agitasi. Dalam keadaan penuh permusuhan pun kita tetap menghidupi : keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Walau pun susah dan menjadi sungkan untuk melakukannya, namun itulah hakekat panggilan kita sebagai manusia Allah. Kita tidak boleh dikalahkan oleh keadaan yang memaksa sebab “Untuk itulah engkau telah dipanggil”. Amin.

Jumat, 05 Februari 2010

KEMULIAAN KRISTEN

Nats: Markus 10:35-45

Pdt.Gunawan Panjaitan.MSi

1.Sangat wajar apabila setiap orang mempunyai keinginan untuk menjadi sukses baik dalam ekonomi maupun dalam jabatan. Yang tidak wajar adalah apabila ada orang yang menghalalkan semua cara untuk sukses itu, atau ada yang gila jabatan sehingga semua dikorbankan untuk meraihnya. Ketika dua orang murid Yesu yaitu Yakobus dan Yohanes anak-anak Zebedeus mengajukan permohonon supaya “duduk dalam kemuliaan-Mu” menimbulkan berbagai tanggapan. Mungkin ada yang berpikir: “Siapa rupanya kedua orang ini kok begitu berani?” artinya menilai bahwa kedua bersaudara ini ambisius. Kedua murid ini mungkin memahami bahwa Yesus akan menghadirkan kerajaan mesianis yang politis. Namun Yesus menanggapinya dengan baik dan melaksanakan pemotivasian kembali.



2.Yesus menanggapi dengan penuh pengertian namun tegas. Yesus mengatatakan “Kamu tidak tau apa yang kamu minta”. Yesus ingin membangun kesadaran apabila kita mengajukan permohonan/permintaan kepadaNya. Yesus ingin meluruskan nilai-nilai yang nendasari permintaan itu dan apa tujuan permintaan. Yesus ingin mengatakan kepada dua murid itu : "Kau masih belum sepenuhnya menyadari apa yang yang dimaksud kemuliaan Kristen; Kamu belum mengetahui betapa sangat berbeda kemualiaan Yesus dari kemuliaan duniawi. (ay 38-39) Yesus memakai dua simbol yaitu cawan dan babtisan dalam perjanjian lama; Kedua symbol itu bermaknak “menyerahkan kehidupan”. Dengan kata lain Yesus mau mempertanyakan : Apakah kau mau menyerahkan kehidupanmu? Kemualiaan itu adalah kemenangan atas kebencian, penghianatan, caci maki,fitnah dll.

3.Penjelasan Yesus selanjutnya menerangkan orang Kristen haruslah menilai kemuliaan dengan cara yang berbeda. Kemuliaan tidak tampak pada tirani kekuasaan tetapi kemuliaan Kristen tampak pada pelayanan. Hidup kita dikukur bukan berdasarkan berapa banyak orang yang melayani kita tetapi berapa banyak orang yang sudah kita layani. Inilah komitmen Yesus sehingga dia berkata “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Yesus bukan tipe pelayanan yang lama di kantor dan asik memikirkan apa yang menjadi kebutuhan hidupnya sendiri. Semakin sedikit kita melayani orang itu berarti semakin tinggi kita memperhatikan diri kita sendiri. Panggilan kita tetap seperti kepada bangsa pilihan Allah: “Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yes 49:6) Amen

Senin, 24 Agustus 2009

KONTRA ISOLASI

Oleh: Pdt.Gunawan Panjaitan.STh.MSi

Mazmur 133:1-3

Kebersamaan dan menjadi bagian dari orang lain adalah adalah hakekat kekristenan. Hidup yang terisolasi, tertutup dan mengarah pada diri sendiri bukanlah sifat kekristenan. Kristen kontra isolasi. Ketika kita memuji dan memuliakan Tuan dalam ibadah, kita tidak bernyanyi sendiri, tidak bernyanyi keras sendiri tetapi kita bersama sehingga kebersamaan itu membuat kita bersukacita. Maz 133 adalah nyanyian ziarah. Ketika sang peziarah Yahudi menuju ke Yerusalem , mereka tidak bernyanyi sendiri atau melakukan perjalanan sendiri. Mereka datang ke perayaan dan beribadah secara bersama-sama. Mereka datang dari berbagai jalan-jalan kehidupan, daerah dan suku. Tidak peduli seberapa keras kondisi jalan ziarah yang dilalui. Kebersamaan dalam nyanyia “barukh habba mi bet adonai “ (diberkatilah yang datang kerumah Tuhan) menjadikan perjalanan menyenangkan. Mereka berjalan serasa didampingi orang yang sangat dicintai, ada perasaan bahagia. Melihat kondisi itulah pemazmur mengatakan: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (ay 1).


Kita juga peziarah kehidupan yang melakukan perjalanan hidup dengan tujuan rumah Bapa. Adalah kebedohon apabila dalam perjalanan itu kita mengisolasi diri kita. Kita bagian dari masyarakat sekitar kita, bagian anggota jemaat bahkan bagian dunia yang universal. Kita tidak boleh enggan untuk bergabung dengan orang-orang yang mempunyai perbedaan dengan diri kita. Dasar dari tindakan kita adalah Kristus yang telah memberikan identitas kepada kita. Kekristenan adalah untuk semua orang bagi mereka dalam posisi terhormat maupun rakyat bersahaja. Ketika Yesus berjalan bersama dengan murid-murid, mereka membangun kelompok. Mereka berkumpul untu tujuan membangun kepentingan orang lain.

Persekutuan yang indah digambarkan seperti minyak dan embun. Minyak itu menghasilkan aroma harum dan ketertarikan. Paulus mengatakan “ Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” (2 Kort 2:14). Orang Kristen adalah parfum manis di tengah dunia yang busuk. Embun lambang kesuburan dan kesegaran, sangat dinantikan kehadirannya di Israel yang gersang. Kita semua membutuhkan embun persaudaraan untuk pertumbuhan bersama. Amin

MENJAGA PERSAHABATAN

oleh: Pdt.Gunawan Panjaitan.MSi

Pengkhotbah 4:9-12

1.Memiliki sahabat sejati adalah memiliki hal yang paling berharga, karena bersama sahabat kita bisa menjadi diri sendiri. Ada yang mengatakan memiliki sahabat sama itu seperti memberikan kado untuk diri sendiri. Sahabat mampu membuat kita bahagia dan memberi motivasi hidup. Persahabatan yang sudah ada sangat berharga oleh karena itu perlu dijaga dan dipelihara. Dalam persahabatan terkadang muncul perbedaan pendapat, selisih paham atau masalah yang menguji persahabatan kita. Misalnya persahabatan kita di remaja HKBP Manyar akan diuji, apakah akan berakhir seiring dengan sebahagian dari kita akan ada yang naik sidi. Pada hakekatnya kita tidak mau persahabatan kita ini cepat berlalu. Persamalahan kita adalah bagaimana kita memelihara agar selalu timbul ikatan persahabatan sehingga awet? Firman Tuhan dalam Alkitab bersedia membicarakan “persahabatan”, jadi Alkitab tidak hanya bicara surga dan neraka. Firman Tuhan mengajari kita cara memelihara persahabatan dan mempertahankannya.



2.Dalam Firman Tuhan yang kita baca kita menemukan prinsip-prinsip dasar untuk memelihara persahabatan.

2.1. Help your friends success in life.

Memelihara persahabatan membutuhkan pengorbanan, apakah kita siap untuk itu? Terkadang kita egois dan ingin mencapai kesuksesan pribadi kita sendiri. Firman Tuhan mengatakan “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka”. Kita harus mendatangkan kebaikan untuk sahabat kita, karena itu kita harus menanyakan pada diri sendiri apa kita memiliki manfaat bagi sahabat-sahabat kita? Beberapa usulan saya yang bisa kita kerjakan buat kesuksesan sahabat kita:

a. Pray for their success
Bila kita berdoa kepada Allah supaya memberkati kita, hal itu sangat alami dan wajar tetapi kita perlu belajar mendoakan sahabat kita. Kita memintakan kepada Tuhan supaya memberikan kesuksesan kepada teman-teman kita. Kita perlu belajar untuk ini.
b. Encourage them.
Memberi dukungan satu sama lain akan mempererat tali persahabatan. Berani memberi dukungan dan berani memuji, menunjukkan bahwa kamu tidak iri dengan yg sahabat punyai atau raih. Kamulah yang seharusnya pertama kali mengucapin selamat jika sahabatmu mendapatkan prestasi. Sebaliknya jauhkan rasa iri mau memojokkan dia ketika ada kelemahannya.

c. Praise him
Tidak ada kepribadian yang sempurna karena itu jangan menunggu sahabat kita menghasilkan ”medali emas, rangking satu” baru kita memji mereka. Pujian yang tulus akan mendorong sahabat kita untuk berbuat yang terbaik lagi.

2.2 Pick Your Friends up when they fall

Damam Pengkhotbah 4:10 dikatakan ”Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”. Sahabat kita adalah seperti diri kita, mereka membutuhkan bantuan bila mereka jatuh. Dalam Amsal 17:17 dikatakan ”Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”. Sahabat yag baik bukan hanya teman dalam senang tetapi terutama pada masa sulit. Seandainya sahabatnu lagi mengalami ”bad day”, mungkin dia ditinggalkan pacarnya, ulangannya jeblok atau abis dimarahin orang tua. Yang bisa membuatnya tersenyum hanyalah kamu. Mari kita menolong dia karena itu sama seperti menolong diri sendiri.

2.3 Be warm to your friends in the cold in the time of life.
Dalam Ayat 11 dikatakan ”Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?” Kita menjadi kehangatan bagi sahabat-sahabat yang mengalami ”kedinginan” hidup seperti patah hati, masalah dengan orang tua, masalah kesehatan, dan masalah macam-macam. Sebagai sahabat kita bisa membantu mereka dengan semampu kita. Kita buat mereka senyum dan selalu bersikap tulus dan jujur. Tidak ada kata terpaksa dalam melakukan sesuatu bagi sahabat.

2.4. Stand up for your friends.

Dalam Ayat 12 dikatakan ” Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Persahabatan yang nyata ada dalam apa kita lakukan tetapi apa yang kita perbuat. Apa yang perlu kita lakukan ketika sahabat kita menghadai ancaman? Sahabat membutuhkan kita untuk mempertahankan dirinya. Bertiga lebih kuat dari berdua dalam mepertahankan diri. Untuk ini perlu comitmen seperti Yonatan dan Daud yang megatakan ”"Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya”. (1 Sam 20:42)

Kita juga harus berani menanggung resiko sebab bisa saja musuh sahabat kita mejadi musuh kita sebab seorang sahabat yang sejati bersedia mengorbankan dirinya buat sahabatnya. Kemudian kepada sahabat, jangan menunggu dia untuk meminta bantuan kepada dia, tetapi kitalah yang mengambil inisiatif. Inilah yang diperbuat Allah ketika membuat kita menjadi orang yang diselamatkan. Yesus menjadi sahabat sejati kita seperti yang Dia katakan ” tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh 15:15).

3.Penutup

Persahabatan tidak terpisahkan oleh jarak dan waktu. Meski tak bisa selalu sering bertemu, tanyakan kabar masing-masing melalui telepon, SMS atau email. Kita di Remaja HKBP harus memelihara persahabatan itu. Jangan tinggalkan persekutuan remaja kita ini. Amin



Rabu, 12 Agustus 2009

MERDEKA!

oleh: Pdt.G.Panjaitan.STh,MSi

Keluaran 13:11-16

1.Kemerdekaan adalah pemberian Tuhan kepada umat manusia. Allah menciptakan manusia seturut dengan gambar dan rupa Allah dalam kebebasan atau kemerdekaan. Ketika bangsa Israel dijajah oleh bangsa-bangsa lain, mereka berteriak meminta kebebasan atau kemerdekaan pada Allah. Peristiwa pembebasan dan kemerdekaan ini menjadi bagian dari pengakuan iman dan harus diwariskan kepada anak cucu mereka. Dalam firman Tuhan hari ini kita diingatkan bagaimana kita merespon kemerdekaan itu.

2. Israel mengembangkan cara untuk menanamkan iman pada Allah yang memerdekakan. Tujuannya adalah agar kemerdekaan yang mereka miliki itu diwujudnytakan dalam kasih kepada Allah dan sesama manusia. Beberapa hal yang dilakukan untuk memaknai kemerdekaan :



a.Mempersembahkan kepad Tuhan yang terdahulu.

Allah mengatakakan “haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan”, sebagai jawaban atas kemerdekaan. Kemerdekaan atau kebebasan mendorong kita mengorbankan atau mempersembahkan apa yang terbaik kita miliki. Kemerdekaan bukan untuk melayani diri sendiri tetapi ambil bagian dalam kebersamaan dan kesejahteraan Manusia. Contoh sudah diperbuat Allah yaitu membersembahkan Anaknya yesus Kristus demi kemerdekaan manusia dari belenggu dosa.

b.Membuat tanda kemerdekaan

Kemerdekaan adalah anugerah yang kita terima dari Tuhan. Merayakan kemerdekaan adalah merayakan tindakan Tuhan dalam sejarah. Kita perlu membuat tanda merdeka sebagai tanda kehadiran Tuhan. Firman Tuhan mengatakan “Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir." Bendera, bambu runcing, senjata, meriam dll adalah symbol perjuangan namun lebih dalam hikmat dan pengertian para pejuang bangsa adalah symbol kehadiran Tuhan.

3.Indonesia pada esok hari, 17 Agustus 2009 merayakan hari kemerdekaan ke 64 Tahun. Kita harapkan ke depan dan doakan supaya Indonesia jaya, nusantara sejahtera dan ibu pertiwi adil dan damai. Hari bersejarah ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merayakan perbuatan Tuhan yang memerdekakan kita dari belenggu dosa dan belenggu kekuatan jahat. Mari kita hadirkan keadilan, kebenaran dan cinta kasih sebagai wujud kemerdekaan. Firman Tuhan melalui Paulus menasehatkan: Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih (Gal 5:13), Amin.

SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA

oleh: Pdt.G.Panjaitan.STh.MSi

Kisah 18:1-5
1.Secara natural manusia adalah mahluk bekerja untuk mempertahankan kehidupannya. Pemahaman natural ini berkembang terus. Manusia bekerja berkontemplasi yakni mencari makna dan tujuan yang lebih utama dari pekerjaan itu. Kontemplasi paling utama adalah bahwa pekerjaan sebagai ibadah. Dalam pekerjaan terbagun harmoni dengan Tuhan dan sesama manusia. Pencapaian harmoni seperti ini mungkin sulit karena dunia kerja cenderung mengutakaman nilai-nilai pencapaian materi.

2.Selain sebagai Rasul Yesus Kristus, Paulus adalah adalah seorang pekerja “tukang kemah” (tentmakers). Pekerjaan ini dia tekuni dan tujuannya adalah untuk mendapatkan uang dari pekerjaannya itu. Biaya yang dibutuhkan Paulus untuk pekabaran injil sebahagian dia peroleh dari hasil menjual tenda. Ketika melanjutkan pelayanan ke kota Korintus, Paulus membutuhkan uang. Dia menemui teman seprofesi sebagai tukang kemah yaitu pasutri Akwila dan Priskila. Kemudian mereka bekerjasama memproduksi tenda. Paulus di tempat kerja ini membangun suasana lebih berarti. Paulus melakukan berbagai hal:



a.Paulus membangun spiritualitas bersama di tempat kerja
Paulus mendoakan teman seiman dan sekerja Akwila dan Priskwila. Paulus menghormati dan menghargai mereka sebagai teman seiman dan satu profesi di tempat kerjanya. Teman sekerja itu dipahami sebagai jalan Tuhan untuk menolong dirinya dalam pelayanan pekabaran Injil. Dalam perjalanan selanjutnya, pasutri Akwila dan Priskwila ini mempertaruhkan nyawa demi Paulus (Rom 16:3-4). Kita harus membangun hubungan baik dengan setiap pribadi ditempat kerja kita, baik dengan yang tidak seiman maupun kepada petugas bersih-bersi sekalipun, karena dengan demikian kita memuliakan Tuhan dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.
b.Paulus menyediakan waktu untuk beribadah
Paulus memaknai pekerjaan sebagai tukang tenda dalam rangka pemberitaan Injil. Dia pernah megatakan “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis 20:24). Bagi dia bekerja membuat tenda adalah dalam rangka mencapai garis akhir pelayanan. Membuat tenda dan memberitakan injil keduanya diberi waktu :”Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat”. Pekerjaan dan ibadahnya tidak saling menghalangi. Jangan sungkan menampakkan spiritualitas kita ditempat kerja Karen pekerjaan itu adalah ibadah kita.
3.Makna dan tujuan dalam bekerja bukan hanya mencari uang. Bekerja adalah hasil iman, roh dan jiwa. Dalam pekerjaan kita memiliki makna kehidupan. Dengan pekerjaan kita ingin menyumbang untuk gereja dan juga ingin merasakan hal yang baik mengenai apa yang kita lakukan. Kita perlu membangun keterkaitan kerja dengan sesama. Dilingkungan kerja kita dapat mengatasi kesepian, kekecewaan dan luka-luka perasaan akibat sulitnya kehidupan di dunia ini. Tuhan ada di sana. Amin

UANG SANGAT PENTING

Oleh: Pdt.G.Panjaitan,STh,MSi

Pengkhotbah 5: 9-11

1.Uang sangat penting. Kita tidak dapat menyangkal bahwa uang adalah sebuah kebutuhan dalam kehidupan. Kita perlu uang untuk membeli makanan, biaya pendidikan, perongkosan, membayar tagihan listrik, pdam, telephone dll. Bahkan untuk memberikan persembahan dan ucapan syukur kita butuh uang. Dalam keadaan ekonomi semakin sulit dengan harga-harga merangkak naik akan semakin terasa posisi uang yang sangat penting. Namun demikian kita semua menyankal bahwa kita hidup hanya demi uang. Kita perlu membangun pemahaman kita tentang uang dan harta dalam rangka pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita.

2.Hidup manusia adalah yang paling utama. Tuhan Yesus mengatakan “Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?’ (Mat 6:25). Dalam perfektif sedemikian kita membangun pemahaman tenang uang atau harta:



a.Uang merupakan anugerah dari Tuhan.
Uang adalah karunia dari Allah. Bila kita diberi uang respons kita adalah mengucapkan syukur dan terimakasih, walaupun ada yang pingsan karena tidak meyangka diberi uang yang banyak. Saya percaya bahwa kita semua setuju dengan ini. Namun demikian kita mempunyai kecenderungan yaitu lama-kelamaan melupakan yang meberikan uang itu. Bisa saja kita melupakan Tuhan atau orang yang menolong kita. Bila uang adalah pemberian Tuhan maka kita hendaknya memakai uang itu juga untuk mengucapkan terimakasih. Uang adalah sarana yang dipakai Tuhan memelihara hidup kita. Sikap inilah yang dapat memberikan kita kepuasan ketika memiliki uang. Uang yang hanya melayani diri sendiri tidak pernah memuaskan kita.

b.Uang harus dinikmati

Pengkhotbah mengatakan “Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?” Harta dan uang itu adalah untuk kenikmata hidup. Allah memberikan harta supaya manusia menikmati kehidupannya di dunia ini. Harta dan uang dapat dipakai untuk membuat kualitas hidup lebih baik dan bermakna bagi orang lain.

c.Uang dihasilkan dengan cara yang benar
Uang yang dihasilkan dengan usaha kerja keras dan perjuangan adalah kekayaan yag diinginkan Tuhan. Tuhan menjanjikan kekayaan kepada orang yang takut akan Tuhan “ Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN ……Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. (bd Maz 112:1,3). Tetapi, Allah tidak menyukai orang yang mengngumpulkan harta dengan kejahatan. Harat hasil kejahatan tidak akan memberikan ketengan hidup.

3.Uang sangat penting tetapi tidaklah kekal, akan berlalu. Uang bukanlah segalagalanya tetapi segalagalanya susah kita peroleh tanpa uan. Yesus pernah berkata “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." (Mat 16:9). Amin

Minggu, 19 Juli 2009

UANG SANGAT PENTING

Pdt.Gunawan Panjaitan.STh.MSi

Pengkhotbah 5: 9-11

1.Uang sangat penting. Kita tidak dapat menyangkal bahwa uang adalah sebuah kebutuhan dalam kehidupan. Kita perlu uang untuk membeli makanan, biaya pendidikan, perongkosan, membayar tagihan listrik, pdam, telephone dll. Bahkan untuk memberikan persembahan dan ucapan syukur kita butuh uang. Dalam keadaan ekonomi semakin sulit dengan harga-harga merangkak naik akan semakin terasa posisi uang yang sangat penting. Namun demikian kita semua menyankal bahwa kita hidup hanya demi uang. Kita perlu membangun pemahaman kita tentang uang dan harta dalam rangka pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita.



2.Hidup manusia adalah yang paling utama. Tuhan Yesus mengatakan “Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?’ (Mat 6:25). Dalam perfektif sedemikian kita membangun pemahaman tenang uang atau harta:
a.Uang merupakan anugerah dari Tuhan.
Uang adalah karunia dari Allah. Bila kita diberi uang respons kita adalah mengucapkan syukur dan terimakasih, walaupun ada yang pingsan karena tidak meyangka diberi uang yang banyak. Saya percaya bahwa kita semua setuju dengan ini. Namun demikian kita mempunyai kecenderungan yaitu lama-kelamaan melupakan yang meberikan uang itu. Bisa saja kita melupakan Tuhan atau orang yang menolong kita. Bila uang adalah pemberian Tuhan maka kita hendaknya memakai uang itu juga untuk mengucapkan terimakasih. Uang adalah sarana yang dipakai Tuhan memelihara hidup kita. Sikap inilah yang dapat memberikan kita kepuasan ketika memiliki uang. Uang yang hanya melayani diri sendiri tidak pernah memuaskan kita.

b.Uang harus dinikmati

Pengkhotbah mengatakan “Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?” Harta dan uang itu adalah untuk kenikmata hidup. Allah memberikan harta supaya manusia menikmati kehidupannya di dunia ini. Harta dan uang dapat dipakai untuk membuat kualitas hidup lebih baik dan bermakna bagi orang lain. Harta benda

c.Uang dihasilkan dengan cara yang benar
Uang yang dihasilkan dengan usaha kerja keras dan perjuangan adalah kekayaan yag diinginkan Tuhan. Tuhan menjanjikan kekayaan kepada orang yang takut akan Tuhan “ Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN ……Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. (bd Maz 112:1,3). Tetapi, Allah tidak menyukai orang yang mengngumpulkan harta dengan kejahatan. Harat hasil kejahatan tidak akan memberikan ketengan hidup.

3.Uang sangat penting tetapi tidaklah kekal. Uang sifatnya netral tetapi sikap manusiasialah yang membangun pemahaman tentang uang.


Rabu, 15 Juli 2009

CELESTIAL DAN TERRESTIAL MEMUJI TUHAN

Pdt.G.Panjaitan STh, MSi

Mazmur 148:3-14

1.Pendahuluan

Semua ciptaan yang ada di angkasa maupun di bumi mempunyai tujuan yang sama yaitu memuji dan memuliakan Tuhan. Ciptaan itu tersusun rapi dan mempunyai dependensi seperti mata rantai adalah karena ada yang mengontrol yaitu Pencipta itu sendiri. Tentu mudah untuk memahami bahwa manusia dan malaikat dapat memuji Tuhan. Alkitab mencatat bahwa kedua mahluk itu mempunyai bahasa dan dapat berkomunikasi. Pujian dan kemuliaan selalu kita pahami dengan bahasa verbal. Namun Mazmur 148 ini menyatakakan bahwa memuji dan memuliakan Tuhan tidaklah hanya dengan bahasa verbal yang dimuliki manusiasaja. Semua benda-benda luar angkasa (celestial) dan benda-benda di dalam bumi (terrestrial) yang tidak mempunyai bahasa verbal dipanggil untuk memuji Tuhan


2.Penjelasan
a.Benda Angkasa (Celestial) Memuji Allah
Semua benda luar angkasa yang didaftarkan dengan detail oleh pemazmur terpanggil untuk memuji Tuhan. Kita tidak tau bagaimana matahari, bulan, bintang, langit dan air di atas sana bersuara memuji Tuhan. Tetapi manusia dapat memaknai symbol alam yang terjadi di sana. Pemahaman ini mendorong Pemazmur mengatakan “Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” (Maz 19:4-5). Di mana pun manusia tinggal di dunia ini dapat melihat langit, sekalipun tinggal dalam peradaban yang sangat tradisional bahkan cannibal sekalipun. Pengenalan kepada Allah secara universal ada dalam ciptaaNya itu. Paulus mengatakan: “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Rom 1:20). Dengan melihat alam dan jagat raya sudah selayaknyalah orang percaya ada “Yang Ilahi” dan menyadari keterbatasan, kelemahan dan kekerdilan hidupnya dibanding yang Pencipta itu. Semua celestial memuji Tuhan karena ciptaan, Tuhan berfirman maka semuanya menjadi ada.

b.Benda di Bumi (terrestrial) Memuji Allah

Pemazmur membagi dua benda yang ada di bumi. Pertama: mahluk yang tidak diberikan tuntutan moral dan etika yaitu ular-ular naga, samudera raya, api, hujan es, salju,kabut, angin bada, hai gunung-gunung, bukit, pohon buah-buahan, pohon aras, binatang-binatang liar, segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap (ay 7-10). Kepada benda dan mahluk ini tidak diberlakukan hukum taurat. Manusia tidak boleh menuduh ular, binatang liar, hewan, burung melakukan pembunhan atau perjinahan dll. Dalam keadaan dan perilaku sebagai hewan dan binang, pohon , semua benda itu memuji Tuhan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Geographic Society, ada ikan paus bungkuk yang dapat mengeluarkan seperti bernyanyi. Manusia juga berpendapat “ada suara alam”, “rintik hujan” yang mengeluarkan suara semuanya itu menjadi pujian bagi Tuhan.

Mahluk yang secara khusu juga di sebut untuk memuji Tuhan adalah manusia. Kepada mereka di embankan tuntutan moral. Semua orang yang merasa ciptaan Tuhan haruslah memuji Tuhan. Allah memberikan kepada manusia itu kekuasaan sehingga mereka menjadi raja, pembesar dan pemerintah di bumi. Allah yang memberikan kegantengan, kecantikan prestasi, prestise dan treasure kepada “ teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!”. Semuanya terpanggil memuji dan memuliakan Tuhan. Lebih dari semunya itu, Allah telah mengampuni dosa umat manusia dan memerikan Yesus Kristus menjadi Juruselamat oleh karena itu biarlah “segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Fil 2:9-10). Bila ada kekuasaan, pemerintahan yang tidak menjaga keutuhan dan kelestarian ciptaan itu berarti dia melakukan pembatasan dan pelarangan pemujian terhadap Tuhan, sama nilai pelanggarannya dengan menghambat kebebasan orang beragama. Kita hanya mau memilih pepimpin yang mencintai manusia dan lingkungan hidup.

3.Kesimpulan
Memuji dan memuliakan Allah adalah hakekat dari setiap ciptaan dan merupakan tujuan dari penciptaan itu. Setiap orang terpanggil bersamasama lingkungan lidup memuliakan Tuhan karena itu kita terpanggil melestarikan dan menjaga keutuhan ciptaan. Kekuasaan yang ada pada manusia adalah pemberian Allah dan untuk kemuliaan Allah.