Kamis, 17 Juni 2010

PENOLONG YANG TEPAT

Pdt.G.Panjaitan.STh.,MSi

Yohanes 2: 1-10

1. Kehabisan anggur dalam pesta perkawinan Yahudi sama artinya itu dengan kehabisan “suka cita”. Hal itu akan mempermalukan keluarga besar dan kedua mempelai yang berbahagia. Tentu peristiwa ini akan menjadi bahan gunjingan dan meninggalkan kenangan yang susah dilupakan. Kejadian yang menegangkan ini dilaporkan Maria kepada Yesus. Dia mengakatakan “Mereka kehabisan anggur”. Maria memberitahu keadaan yang tegang pada: mereka akan malu, mereka akan kehilangan suka cita, mereka bisa terhina. Pesta ini disinyalir dilaksankan orang sedehana karena status sosial yang diundang adalah keluarga sederhana seperti maria istri Yusuf tukang kayu. Apabila mereka kehilangan harga diri karena kehabisan anggur mereka akan menyesali hidup yang mereka miliki. Kita juga tidak mau mengalami hal seperti itu.


2. Dalam masalah hidup yang penuh tekanan kita butuh teman yang dapat memberikan pertolongan dan jalan keluar. Maria mengambil peranan sebagai perantara. Pada ayat ke 4 di sana ditunjukkan bahwa Yesus berkata kepada Maria "Mau apakah engkau daripada-Ku, ibu? saat-Ku belum tiba" menurut Alkitab terjemahan lama bukan kata "ibu" yang dipakai melainkan "perempuan" dalam hal ini ibu manakah yang tidak sakit hati jika anaknya menyatakan hal yang tidak sopan seperti itu ? tetapi dalam hal ini Maria menunjukkan bahwa ia memang benar-benar taat, rendah hati, dll. Bayangkan jika Maria "ngambek" maka tidak akan ada mukjijat karena pada saat itu permintaan Yesus itu cukup "aneh" bayangkan jika Yesus menyuruh mengisi penuh-penuh 6 tempayan untuk pembasuhan kaki kemudian Yesus menyuruh untuk dibawa ke pemimpin pesta. (lihatlah pada ayat 6,7,8) bayangkan jika Maria tidak titip pesan "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu"(ayat 5) maka kemuliaan Tuhan tidak akan dapat dinyatakan kepada murid-murid-Nya (bacalah Ayat 11).

3. Yesus melakukan transformasi, Dia merubah keadaan dan kehidupan. Dia tidak hanya merobah air menjadi anggur tetapi merubah aib menjadi suka cita, merubah kekurangan menjadi kelimpahan. Yesus merobah penyucian jasmani menjadi penyucian Rohani. Yesus adalah pertolongan tepat dalam keadaan apapun. Amin

Tidak ada komentar: